Hati Kerajaan Sriwijaya Kuno

Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, pernah menjadi kursi pusat Kerajaan Sriwijaya kuno. Selama lebih dari tiga abad, kerajaan Budha merupakan pusat perdagangan yang kuat dengan pedagang dari Cina, India dan Jawa berdagang emas, rempah-rempah, sutra dan gading. Sekarang ini, warisan zaman keemasan Sriwijaya ini menunjukkan dirinya di museum-museum kota, songket emas dan perak tradisional, dan barang yang dipernis merah dan hitam. Baru-baru ini, kota ini menjadi co-host SEA Games ke-26, dengan upacara pembukaan di Stadion Gelora Sriwijaya. Dibagi dengan Sungai Musi yang lebar, Jembatan Ampera adalah fitur yang mengesankan di kota ini, dan penduduk setempat sering membandingkan desain dan warnanya dengan Jembatan Golden Gate. Untuk wisatawan gastronomi, spesialisasi daerah Palembang adalah pempek: perkedel ikan gurih disajikan dengan saus cuka manis.

kembali ke atas

Hal yang harus dilakukan

  • Cruise the Musi

    Pada pelayaran menyusuri Sungai Musi opens in new window Anda akan melewati ikon Jembatan Ampera dan pasar terapung, Pasar 16 Ilir (kegiatan berpuncak pada sekitar jam 11 pagi). Walaupun pengaturannya informal, wisatawan dapat tawar-menawar dengan kapten lokal untuk menyewa perahu. Biayanya tergantung pada jarak dan waktu.
  • Island-hopping

    Sebuah pelayaran menyusuri Sungai Musi tidak lengkap tanpa berhenti di Pulau Kemaro opens in new window. Terletak di pusat sungai, pulau ini adalah lokasi candi Budha - Hok Tjing Rio - dan makam seorang putri Cina, yang bertunangan dengan seorang raja Sriwijaya.

  • Megalithic monuments

    Pagaralam opens in new window, enam jam perjalanan dari Palembang, layak dikunjungi. Terletak di Dataran Tinggi Pasemah, tempat ini terkenal dengan monumen-monumen batu megalitik misterius yang menghiasi lingkungan. Sementara usianya sekitar 3000 tahun, tidak banyak yang diketahui tentangnya atau tentang masyarakat yang mengukirnya.

  • Songket shopping

    Di belakang Museum Sultan Machmud Badaruddin II, terletak pasar seni lokal opens in new window Palembang di mana Anda dapat menonton seniman bekerja dan membeli souvenir buatan tangan. Mencari sarung songket emas dan perak yang khas di kawasan ini serta barang yang dipernis merah dan hitam.

  • Step into history

    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II opens in new window memegang koleksi lebih dari 500 artefak mulai dari kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang. Bangunannya sendiri campuran dari arsitektur kolonial Belanda dengan atap Limas tradisional.

kembali ke atas

Informasi bandara

Pusat Kota 18,9km

Waktu perjalanan 37 menit

Taksi Sekitar IDR70,000-IDR90,000; Blue Bird taksi adalah perusahaan taksi yang paling dapat diandalkan

Bus TRANSMUSI koridor lima beroperasi antara Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dan Stasiun Bus Alang Alang Lebar

kembali ke atas

Saat terbaik untuk datang

Palembang memiliki iklim hutan hujan tropis dengan kelembaban relatif tinggi dan suhu terendah (23°C) dan tertinggi (31°C) yang konsisten sepanjang tahun. Bulan Juli dan Agustus mengalami curah hujan tahunan paling sedikit sementara bulan November-April adalah bulan yang lebih basah di kawasan itu.

Setiap bulan Juni Festival Sriwijaya berlangsung di Taman Arkeologi Sriwijaya Palembang untuk perayaan kerajaan kuno. Pada bulan Agustus dan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan (17 Agustus) Perlombaan Bidar Tahunan (perlombaan dayung tradisional) berlangsung di Sungai Musi.

kembali ke atas

Berkeliling

Sistem bus kota Palembang, TRANS MUSI, adalah salah satu yang paling mudah di Indonesia. Saat ini ada 11 jalur beroperasi dengan tarif Rp5.000 seperjalanan. Ikuti koridor dua untuk Palembang Indah Mall dan koridor enam untuk Palembang Square. Atau, naik salah satu dari banyak becak atau ojek yang ditempatkan di sekitar kota.

kembali ke atas